Kebaikan Kecil

Di malam tepat sehari sebelum gue memutuskan untuk menulis postingan ini, gue bertemu dengan salah satu teman baik gue di sebuah kafe. Pembahasan postingan ini bukan tentang percakapan kita malam itu. Cause best friends have secrets, right? Hehe
Di tengah perbincangan kita malam itu, ada seorang laki-laki yang juga pengunjung kafe tiba-tiba datang menghampiri kita. Sekilas, gue melihat ekspresi bingung dari orang tersebut dan di sebelah meja gue adalah tempat pemesanan dan pembayaran yang mana para waiter/waitress ada disitu. Ketika gue lihat ke arah orang tersebut, dia bertanya ke gue.


"Mba.. boleh pinjem charger gak?", Gue dan teman gue langsung saling melihat dengan gimik bingung, kayanya secara bersamaan otak kita mikir 'kasih gak ya?', dan kita cek tas kita masing-masing. Teman gue jawab dia gak bawa charger, dan gue yang dari awal secara sadar merasa bawa charger, masih mikir mau kasih pinjem apa enggak. Setelah berpikir cepat, gue putuskan untuk bilang ada dan meminjamkan charger gue pada orang tersebut. Setelah orang itu balik ke mejanya, gue meyakinkan diri dengan tanya ke teman gue kalo dia bawa charger atau enggak, dan memang dia gak bawa. Lalu gue bilang,

"gue tadinya mau bilang gue gak bawa charger, tapi kok gue gak enak ya mau bohong. Takutnya dia lagi butuh hal penting, dan takutnya gue ada di posisi kaya dia juga nanti".

Sepulangnya gue ke rumah kos, gue pun mencharge handphone gue dan berpikir, kenapa mas mas tadi gak pinjem sama mba mba atau mas pelayannya ya, jarak bangku gue sama dia juga diselingi meja lain yang mana pasti mereka punya charger

*

Malam ini gue pulang agak larut. Kali ini gue bersama sepupu gue. Sebelum perjalanan pulang, gue sadar handphone gue lowbat jadi gue putuskan untuk mematikan handphone selama perjalanan pulang. Karna keasyikan ngobrol, gue sampai lupa mau nanya dia bawa power bank atau enggak, dan gue merasa nanti saat gue menyalakan handphone, baterainya masih oke.
Sepupu gue pun sudah dapat ojek online-nya dan dia duluan. Gue masih proses finding driver, dan selagi loading berjalan seorang driver ojol menghampiri gue, dia sempat berbincang dengan sepupu gue, sepertinya sepupu gue pernah beberapa kali dapet mas itu sebagai drivernya. Mas ojol itu pun nyamperin gue untuk bilang 'sudah order mba? Saya lagi nunggu orderan nih siapa tahu pas dapet mba' tapi sayangnya gue sudah dapet driver duluan then I said sorry politely, terus gue juga bilang 'yah saya pas banget nih sudah dapet driver' lalu handphone gue mati disaksikan kami berdua. 
Kebetulan sekali, mas ojol itu lagi charging handphone dia dengan power bank. Dia menawarkan untuk minjemin powerbank dia sambil dia menunggu orderan. Yang ada di otak gue cuma 'Alhamdulillaah.. at least gue bisa kabarin ojek pesanan gue nih'. Gak lama setelah gue berhasil kabarin driver gue, mas ojol itupun dapet orderan. Lalu gue putuskan untuk balikin powerbanknya dengan menyelipkan uang receh di powerbanknya karna gue merasa berterima kasih dan gak enak aja, tapi dia menolak uangnya. 
Setelah mas ojol itu pergi gue jadi inget kata-kata yang gue ucapkan malam sebelumnya, 'iya gue pinjemin aja deh takutnya urgent dan takutnya nanti gue ada di posisi dia (si peminjam charger gue)' and yes, gue ada di posisi itu bahkan lebih parah, dia di cafe gue di pinggir jalan. Akses dan kenyamanan jelas ga senyaman di cafe, mau minjem charger juga tidak se memungkinkan ketika lagi di cafe tapi Alhamdulillah gue di mudahkan Allah dengan situasi tinggal pake powerbank karna di tawarin, gak perlu bingung mikir tanya orang lain.  

Gue merasa ini buah dari kebaikan kecil gue di malam sebelumnya. Momen sederhana yang membuat gue berpikir, inilah kenapa kita disuruh berbuat baik, saling tolong menolong. Kita gak pernah tahu kita akan ada di posisi yang di tolong atau yang menolong. Setiap kebaikan akan ada balasan kebaikan, pun jika kita jahat mungkin kita juga akan di jahatin orang. Gue jadi takut aja, sudah berapa banyak hal yang kurang baik yang pernah gue lakukan secara sadar ataupun tidak dan balasan apa yang akan gue dapat. Mendadak instropeksi diri, dan ingat kata-kata nyokap untuk baik sama orang lain. 

Gue juga flashback ke jaman gue masih sekolah dasar dan menengah pertama. Dulu, temen-temen gue bilang gue baik banget, tanpa bermaksud sombong.. gue juga merasakan hal itu. Temen gue mau minta tolong apa, sering gue iyakan. Sampai suatu hari gue mendengar seorang teman bilang 'jangan baik-baik banget, takut di manfaatin'. Gue perlahan mulai berubah, gue jadi mikir panjang ketika ada teman yang minta tolong. In some case, memang kata-kata itu benar tapi bukan berarti gue harus berhenti menjadi baik. 
If you do good, you will get something good. If you do something bad, you will get nothing. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Sendiri

Cerita Lama

If Only