Jika bisa ku putar ulang, aku ingin kembali ke masa kita bersenang-senang bersama. Berbagi riang sebebas bebasnya. Seolah isi dunia hanya bahagia. Aku ingin kembali ke cerita lama yang mungkin kamu sudah lupa, tapi sayangnya aku belum. Aku masih ingat caramu tersenyum memandangku dengan kagum. Juga kata-kata tak puitis yang bagiku itu cukup romantis. Sungguh. Sayangnya aku tak pernah mengakuinya dulu. Mungkin aku terlalu pandai menyembunyikan perasaanku atau justru terlalu bodoh untuk menyadari perasaanmu. Saat ini, aku sadar aku tak bisa berjalan mundur, kecuali menarik ulur setiap memori yang tersisa tentang kita. aku bisa mengerti bahwa perasaan seseorang bisa pudar kapan saja. Bahkan jika mesin waktu benar-benar ada, aku bukan ingin memaksamu untuk tetap bersamaku. Bukan. Aku hanya ingin punya kesempatan mengutarakan setiap andai yang ku rangkai. Hal yang dapat aku lakukan saat ini hanyalah menyusun kalimat untuk mewakili andai yang takkan jadi nyata. ...